Konferensi Komisariat II Eksekutif Komisaria Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Terbuka Jakarta Dorong Transformasi Organisasi di Era Disrupsi Digital

berita
Spread the love

Jakarta — Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Terbuka Jakarta (E-KOM LMND UT Jakarta) sukses menggelar Konferensi Komisariat II (Konferkom II) pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Kebangsaan Cipayung Plus, Jakarta Selatan.

Konferensi Komisariat merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat komisariat. Dalam forum ini, seluruh kader membahas arah gerak organisasi, evaluasi kepengurusan sebelumnya, serta merumuskan strategi perjuangan organisasi ke depan.

Konferkom II LMND UT Jakarta mengusung tema “Digitalisasi Perlawanan: Reformasi Kaderisasi LMND UT dalam Memenangkan Ideologi di Era Disrupsi Teknologi.” Tema tersebut dinilai relevan dengan sistem akademik Universitas Terbuka yang berbasis digital, sekaligus menjawab tantangan zaman di tengah masifnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Ketua Komisariat LMND UT Jakarta, Abdul Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa hari ini harus mampu melakukan transformasi fundamental, adaptasi cepat, serta inovasi strategis agar tidak kehilangan relevansi dan eksistensi di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.

“Kita sedang berada pada era disrupsi teknologi. Jika organisasi tidak berani bertransformasi, maka akan tertinggal. Digitalisasi harus menjadi alat perjuangan, bukan ancaman,” ujar Abdul Latif.

Konferkom II secara resmi dibuka dengan kuliah umum yang dihadiri berbagai organisasi ekstra kampus Universitas Terbuka Jakarta, di antaranya GMNI UT Jakarta, PMII UT Jakarta, FMN UT Jakarta, serta sejumlah UKM tingkat universitas. Kuliah umum ini menjadi ruang diskusi terbuka mengenai kondisi kampus, arah gerakan mahasiswa, serta tantangan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam forum tersebut, Abdul Latif juga menyoroti kondisi Universitas Terbuka yang mayoritas mahasiswanya merupakan pekerja, namun semangat berorganisasi tetap tumbuh dan tidak pernah surut. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk membangun kolaborasi lintas organisasi, baik internal maupun eksternal kampus.

“Kuliah umum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi harus menjadi langkah awal konsolidasi bersama. Ke depan, kita perlu berjalan berdampingan, membangun kolaborasi yang efektif, sinergis, dan saling mendukung untuk mengawal demokrasi di kampus,” tegasnya.

Usai kuliah umum, Konferkom II dilanjutkan dengan rangkaian sidang pleno I hingga pleno IX. Melalui sidang pleno VIII, forum secara demokratis menetapkan Arif Rahman sebagai Ketua Komisariat dan Halimah sebagai Sekretaris Komisariat E-KOM LMND UT Jakarta untuk periode kepengurusan selanjutnya. Seluruh proses sidang berlangsung secara khidmat, jujur, dan demokratis.

Konferkom II LMND UT Jakarta berharap kepemimpinan baru yang terpilih mampu menjalankan amanah organisasi secara demokratis dan visioner, serta sanggup menghadapi dinamika internal maupun eksternal organisasi.

Selain itu, LMND UT Jakarta menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan relevan di era disrupsi teknologi, melalui pemanfaatan teknologi digital dalam gerakan, penguatan soft skills sesuai kebutuhan industri, serta peran aktif sebagai agen perubahan yang mendorong literasi digital di kalangan mahasiswa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *