Aktivis KontraS Diserang Air Keras, LMND Soroti Perlindungan Negara
STATMENTBERITA
Humas LMND
3/14/20261 min read


Jakarta — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diserang dengan cairan diduga air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini dinilai menambah daftar panjang kekerasan dan intimidasi terhadap aktivis di Indonesia yang terus berulang tanpa penyelesaian yang memadai.
Sekretaris Jenderal LMND, Taufiq Hidayat, menilai serangan tersebut bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang berpotensi mengancam kebebasan sipil dan ruang gerak masyarakat sipil dalam menyuarakan kritik.
“Serangan terhadap aktivis adalah ancaman serius terhadap demokrasi. Ketika orang yang memperjuangkan hak-hak masyarakat justru menjadi korban kekerasan, maka yang sedang diserang sebenarnya adalah kebebasan warga negara itu sendiri,” ujar Taufiq dalam keterangannya.
Menurut LMND, kekerasan terhadap aktivis bukanlah fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus intimidasi, kriminalisasi, hingga serangan fisik terhadap pembela hak asasi manusia terus terjadi. Pola ini menunjukkan masih lemahnya sistem perlindungan negara terhadap para aktivis yang bekerja mengawasi kekuasaan dan memperjuangkan kepentingan publik.
LMND menilai negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para pembela HAM dan aktivis sosial. Namun hingga kini, banyak kasus serangan terhadap aktivis yang tidak diusut tuntas atau berakhir tanpa kejelasan hukum.
“Negara tidak boleh abai. Jika kekerasan terhadap aktivis terus terjadi dan pelakunya tidak diadili secara transparan, maka akan muncul kesan bahwa tindakan teror semacam ini dibiarkan,” kata Taufiq.
Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap aktivis seharusnya menjadi bagian dari komitmen negara dalam menjaga kualitas demokrasi. Tanpa jaminan keamanan, masyarakat sipil akan semakin rentan mengalami intimidasi ketika menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun praktik penyalahgunaan kekuasaan.
LMND berharap proses penyidikan yang sedang berjalan dapat mengungkap secara jelas pelaku dan motif di balik penyerangan terhadap Andrie Yunus. Organisasi mahasiswa itu juga menilai pentingnya langkah serius negara untuk memperkuat mekanisme perlindungan terhadap pembela HAM agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat sipil untuk bersuara. Negara harus memastikan bahwa setiap aktivis yang memperjuangkan keadilan dapat bekerja tanpa rasa takut,” tutup Taufiq.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
