EK-LMND Jakarta Timur Gelar Dialog Kebangsaan, Soroti September Hitam dan Krisis Arah Kebijakan Negara
BERITA
Humas LMND
9/14/20262 min read


JAKARTA — Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Jakarta Timur menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: September, Tragedi Bangsa, dan Krisis Arah Kebijakan Negara” di Gedung A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk merefleksikan kembali berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi pada bulan September sekaligus menguji arah kebijakan pembangunan nasional.
Dialog ini diselenggarakan untuk membuka ruang diskusi kritis mengenai hubungan antara pembangunan, demokrasi, dan keberpihakan negara terhadap rakyat. Momentum September Hitam digunakan untuk mengingat kembali berbagai tragedi dan pelanggaran HAM di masa lalu, sekaligus mempertanyakan sejauh mana negara telah menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam pembangunan setelah 81 tahun Indonesia merdeka.
Ketua EK-LMND Jakarta Timur, Abdul Latif, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
“Melalui dialog publik ini, kita sebagai anak muda harus mampu memposisikan diri dan menjadi bagian dari perubahan. Indonesia Emas 2045 jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus direalisasikan dengan dorongan semangat dan kontribusi nyata anak muda hari ini,” tegas Abdul Latif.
Forum tersebut menghadirkan Alia Noorayu Laksono selaku Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Aris Setiawan Yodi, M.I.P. selaku Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta, serta Akhrom Saleh, S.H., S.IP. selaku Komisaris Utama PT Krakatau Semen Indonesia sekaligus alumni LMND. Diskusi dipantik oleh Wira Pratama dari Departemen Kajian dan Bacaan EK-LMND Jakarta Timur.
Dalam pemantikannya, Wira Pratama mengawali diskusi dengan mengangkat kembali ingatan sejarah September Hitam dan persoalan krisis arah kebijakan negara. Ia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak seharusnya berjalan di atas ketakutan warga maupun pembungkaman ruang sipil. Menurutnya, refleksi atas sejarah penting untuk menguji kembali posisi rakyat dalam pembangunan: apakah rakyat benar-benar ditempatkan sebagai subjek atau justru masih menjadi objek dari berbagai kebijakan negara.
Sementara itu, Aris Setiawan Yodi, M.I.P. membahas tantangan generasi muda dan masa depan Jakarta. Ia menyoroti besarnya komposisi penduduk usia muda, persoalan keputusasaan dalam mencari pekerjaan, hingga perubahan pola konsumsi Generasi Z yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan ekonomi pengalaman.
Menurut Aris, berbagai tantangan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi Jakarta untuk berkembang sebagai kota global. Namun, potensi tersebut harus ditopang oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan agar pertumbuhan Jakarta tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi, tetapi juga menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembahasan mengenai September Hitam kemudian diperdalam oleh Akhrom Saleh, S.H., S.IP. Ia mengaitkan ingatan atas berbagai pelanggaran HAM dengan persoalan arah pembangunan dan kebijakan industri nasional. Menurutnya, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan suara masyarakat, terlebih ketika kebijakan pembangunan berhadapan langsung dengan kepentingan dan ruang hidup warga.
Akhrom menegaskan bahwa pembangunan industri yang berkeadilan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum, perlindungan ruang sipil, dan penghormatan terhadap hak masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya demokrasi ekonomi sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.
Dialog Kebangsaan EK-LMND Jakarta Timur berlangsung dinamis dengan pertukaran gagasan antara narasumber dan peserta. Forum tersebut ditutup dengan berbagai pandangan dan masukan dari peserta sebagai bagian dari upaya memperluas ruang diskusi mengenai sejarah, demokrasi, serta arah pembangunan Indonesia ke depan.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
