EN-LMND Audiensi dengan Wamenkomdigi, Bahas Kedaulatan Data, Industri AI, dan Reposisi Organisasi

BERITA

Humas LMND

10/14/20264 min read

JAKARTA — Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) melakukan audiensi dengan Nezar Patria, S.Fil., M.A., M.B.A., Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, untuk membahas sejumlah persoalan strategis terkait literasi digital, tata kelola teknologi dalam sistem pendidikan, perlindungan dan kedaulatan data nasional, serta pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berkelanjutan. Pertemuan tersebut juga membahas persiapan Dewan Nasional (DN) XII LMND yang akan diselenggarakan pada Oktober 2026 di Sulawesi Tenggara dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Kaum Muda dalam Menentukan Masa Depan Indonesia”.

Dalam pertemuan tersebut, EN-LMND menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat. Bagi LMND, perkembangan teknologi tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya akses internet dan penggunaan teknologi, tetapi juga harus diikuti kemampuan masyarakat memahami informasi secara kritis, menghadapi disinformasi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis di ruang digital.

EN-LMND turut menyampaikan policy brief mengenai adaptasi dan tata kelola teknologi dalam sistem pendidikan. Dokumen tersebut memuat gagasan mengenai pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong pemerataan pendidikan. Bagi LMND, teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus menjadi instrumen untuk memperkuat hak masyarakat atas pendidikan, bukan justru memperlebar kesenjangan antara kelompok yang memiliki akses teknologi dan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur serta sumber daya.

Dalam penerapannya, transformasi teknologi di sektor pendidikan perlu disertai pemerataan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta perlindungan data pribadi peserta didik. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran juga harus memperhatikan aspek etika, transparansi, keamanan, dan kualitas pengetahuan yang dihasilkan. Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tetap berorientasi pada prinsip pendidikan yang gratis, ilmiah, demokratis, inklusif, dan berkeadilan.

Dalam pembahasan mengenai kedaulatan data, Nezar Patria menegaskan pentingnya komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan kedaulatan data nasional di tengah perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya pemanfaatan teknologi. Penguatan regulasi dan tata kelola data menjadi penting untuk menjamin keamanan informasi, melindungi privasi masyarakat, serta memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya digitalnya secara mandiri.

Bagi LMND, kedaulatan data bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan juga menyangkut kemampuan negara memastikan pengelolaan data berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat dan kebutuhan pembangunan nasional. Karena itu, perlindungan data perlu disertai penguatan kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur digital nasional, serta kepastian tanggung jawab bagi pihak-pihak yang mengelola data masyarakat.

Selain membahas kedaulatan data, audiensi tersebut juga menyoroti pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan, termasuk pembangunan pusat data (data center) yang membutuhkan kapasitas komputasi dan pasokan energi dalam jumlah besar. Nezar Patria menekankan bahwa energi merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan industri AI. Ketersediaan energi yang andal menjadi faktor penting untuk menopang kebutuhan komputasi dan pengembangan infrastruktur digital nasional.

Sejalan dengan pembahasan tersebut, EN-LMND menilai bahwa pembangunan industri AI harus memperhatikan efisiensi energi, penggunaan air, pengelolaan limbah, serta dampak ekologis terhadap masyarakat sekitar. Pengembangan infrastruktur digital tidak semestinya hanya mempertimbangkan kapasitas komputasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhitungkan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat. Bagi LMND, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan ekologis melalui efisiensi sumber daya, pemanfaatan energi yang lebih bersih, dan tata kelola infrastruktur yang bertanggung jawab.

Di luar pembahasan mengenai transformasi digital, audiensi tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai peran dan arah gerak LMND dalam menghadapi perkembangan situasi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Nezar Patria menyampaikan pesan mengenai pentingnya reposisi organisasi agar LMND mampu membaca perubahan situasi nasional, menyesuaikan langkah perjuangan dengan tantangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada ideologi dan cita-cita organisasi.

“LMND perlu melakukan reposisi dalam membaca situasi Indonesia saat ini. Organisasi harus mampu memahami perubahan dan tantangan zaman, menentukan langkah yang relevan, serta tetap fokus dan berpegang teguh pada ideologi dan cita-cita perjuangan organisasi,” ujar Nezar Patria.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi LMND sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki orientasi perjuangan dalam mendorong demokratisasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Reposisi organisasi perlu dimaknai sebagai upaya memperkuat kemampuan membaca realitas, mengevaluasi strategi, dan merumuskan agenda perjuangan yang sesuai dengan perkembangan situasi nasional tanpa meninggalkan identitas dan prinsip dasar organisasi.

Bagi LMND, konsistensi terhadap ideologi dan cita-cita perjuangan harus berjalan beriringan dengan kemampuan melakukan pembaruan strategi. Organisasi perlu terus memperdalam analisis terhadap persoalan rakyat, memperkuat kerja-kerja organisasi, dan memastikan agenda perjuangannya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, reposisi bukan sekadar penyesuaian terhadap perubahan situasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan nasional.

Audiensi tersebut juga membahas persiapan Dewan Nasional (DN) XII LMND yang akan diselenggarakan pada Oktober 2026 di Sulawesi Tenggara dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Kaum Muda dalam Menentukan Masa Depan Indonesia”. Bagi LMND, DN XII merupakan momentum konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan perjuangan, memperkuat arah gerak organisasi, dan merumuskan sikap terhadap berbagai persoalan nasional.

Tema kepemimpinan kaum muda menjadi relevan di tengah perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, tantangan pendidikan, dan persoalan pembangunan yang akan memengaruhi masa depan generasi muda. LMND berpandangan bahwa kaum muda perlu dipersiapkan bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pihak yang mampu memahami, mengkritisi, dan berpartisipasi dalam menentukan arah pemanfaatannya. Penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan literasi digital, dan keterlibatan dalam proses demokrasi menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan kaum muda yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Melalui audiensi ini, EN-LMND mendorong penguatan dialog dengan pemerintah dalam menyampaikan gagasan dan aspirasi terkait transformasi digital Indonesia. Bagi LMND, kemajuan teknologi harus diarahkan untuk memperluas akses pengetahuan, memperkuat kedaulatan data nasional, meningkatkan kapasitas bangsa dalam menguasai teknologi, serta memastikan pembangunan berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

EN-LMND memandang bahwa transformasi digital Indonesia harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama. Pada saat yang sama, organisasi mahasiswa perlu terus memperkuat kemampuan membaca perubahan zaman, mengawal kebijakan publik, dan mempersiapkan kepemimpinan kaum muda dengan tetap berpegang teguh pada ideologi serta cita-cita perjuangan organisasi.