EN LMND Kecam Kekerasan terhadap Kader LMND Palopo, Serukan Solidaritas Nasional

BERITA

Humas LMND

11/3/20261 min read

JAKARTA – Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) mengecam keras tindakan kekerasan terhadap massa aksi mahasiswa dalam demonstrasi di depan Kantor Perumda Air Minum Tirta Mangkaluku (PDAM) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026). Dalam peristiwa tersebut, sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk salah seorang kader perempuan LMND Palopo yang turut menjadi korban kekerasan.

Berdasarkan pemberitaan media, sedikitnya lima mahasiswa mengalami luka akibat lemparan batu dan tiga orang di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selain itu, terdapat dugaan pemukulan terhadap peserta aksi perempuan menggunakan benda keras. Peristiwa ini menjadi perhatian serius EN LMND, terlebih karena kader perempuan LMND Palopo turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

EN LMND juga mengecam dugaan tindakan premanisme dan kekerasan yang melibatkan aparat Kepolisian Republik Indonesia terhadap kader LMND Palopo. Kepolisian seharusnya menjalankan tugas untuk melindungi masyarakat dan menjamin keamanan warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum, bukan justru melakukan tindakan yang mencederai hak demokratis rakyat. Oleh karena itu, EN LMND mendesak agar dugaan keterlibatan aparat dalam tindakan kekerasan tersebut diusut secara transparan dan pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dimintai pertanggungjawaban.

Bagi LMND, kekerasan terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan. Terlebih, tindakan kekerasan yang menimpa kader perempuan LMND menunjukkan pentingnya jaminan perlindungan terhadap seluruh peserta aksi tanpa diskriminasi. EN LMND mendesak dilakukannya pengusutan secara menyeluruh, transparan, dan objektif terhadap seluruh pihak yang terlibat, serta memastikan para korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Sebagai respons atas peristiwa tersebut, EN LMND menyerukan solidaritas seluruh kolektif LMND di berbagai kota, kabupaten, dan wilayah di Indonesia untuk menyikapi kekerasan yang menimpa kader LMND Palopo. EN LMND juga mendorong seluruh kolektif untuk membangun konsolidasi dan menggalang aksi solidaritas di wilayah masing-masing sebagai bentuk tuntutan atas pengungkapan kasus, pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat, serta perlindungan terhadap hak demokratis mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

EN LMND menegaskan bahwa perjuangan kader LMND Palopo merupakan bagian dari perjuangan seluruh kolektif LMND di Indonesia. Solidaritas organisasi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan bersama untuk melawan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa. Tidak boleh ada kader yang dibiarkan menghadapi kekerasan sendirian ketika memperjuangkan kepentingan rakyat.