EW-LMND DKI Jakarta Soroti Kenaikan Dolar dan Pertamax, Desak Evaluasi Total Program MBG serta Realisasi Janji Perbaikan 70 Ribu Sekolah.

BERITA

Humas LMND

6/10/20262 min read

Jakarta, 10 Juni 2026 – Sekretaris EW-LMND DKI Jakarta, Terry Aditya, menyampaikan keprihatinan atas tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat penguatan dolar AS dan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Kenaikan harga Pertamax yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi menambah beban masyarakat, khususnya kalangan pekerja, mahasiswa, dan keluarga kelas menengah.

Menurut Terry Aditya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada biaya transportasi, distribusi barang, serta kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat. Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.

"Ketika nilai dolar menguat dan harga energi meningkat, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah biasanya menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli rakyat," ujar Terry Aditya.

Ia juga menyoroti kenaikan harga Pertamax yang dinilai akan memberikan efek berantai terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Menurutnya, meskipun Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, perubahan harganya tetap memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi secara luas.

Terry Aditya menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan energi dan pangan tetap terjaga. Selain itu, ia mendorong adanya kebijakan yang mampu melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global.

"Pemerintah harus memastikan bahwa beban ekonomi tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat. Langkah-langkah pengendalian inflasi, perlindungan sosial, dan penciptaan lapangan kerja perlu diperkuat,"

Selain itu, EW-LMND DKI Jakarta mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut diperlukan guna memastikan efektivitas program, ketepatan sasaran, transparansi anggaran, serta jaminan keamanan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang telah berjalan sejak 2025 dan mengelola anggaran yang sangat besar.

Pemerintah harus berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Setiap program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar wajib diawasi dan dievaluasi secara terbuka agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” tegas Terry Aditya

Lebih lanjut, Terry Aditya mengingatkan pemerintah untuk menepati janji perbaikan infrastruktur pendidikan, termasuk target perbaikan puluhan ribu sekolah yang selama ini disampaikan kepada publik. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama karena masih banyak sekolah yang membutuhkan renovasi dan fasilitas yang layak untuk menunjang proses belajar-mengajar.

“Jangan sampai program-program populis menggeser fokus utama negara terhadap pendidikan. Janji perbaikan 70 ribu sekolah harus direalisasikan secara konkret dan terukur. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa yang tidak boleh diabaikan,” ujar Terry Aditya.

EW-LMND DKI Jakarta menegaskan bahwa pemerintah perlu menempatkan kebutuhan dasar rakyat, pendidikan, dan kesejahteraan sosial sebagai prioritas utama dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan sesuai kepentingan rakyat dan prinsip keadilan sosial.