Gejolak Iran dan Tantangan Politik Luar Negeri Indonesia
STATMENTBERITA
HUMAS LMND
3/2/20261 min read


Jakarta, 3 Maret 2026 – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengutuk keras eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kini memasuki hari keempat. Konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kehancuran di kawasan Timur Tengah, tetapi juga memicu dampak global yang serius, terutama setelah penutupan Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi dunia.
Serangan udara besar-besaran sejak 28 Februari dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei serta ratusan warga sipil. Situasi tersebut memicu evakuasi massal dari Teheran dan direspons Iran dengan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia, telah mendorong lonjakan harga minyak Brent hingga 13 persen ke kisaran US$82 per barel, dengan proyeksi dapat menembus US$100 apabila konflik terus berlanjut.
Dampak langsung dari situasi ini mulai terasa di Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi mendorong kenaikan harga BBM dalam negeri antara Rp750 hingga Rp2.000 per liter. Beban subsidi energi dalam APBN dapat meningkat signifikan hingga ratusan triliun rupiah, sementara tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin besar akibat meningkatnya kebutuhan impor energi. Kenaikan biaya transportasi dan logistik berisiko memicu inflasi yang lebih tinggi, memperberat beban masyarakat, terutama rakyat kecil yang telah terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
LMND juga menganggap perlu mengevaluasi keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Keikutsertaan dalam forum tersebut dinilai berpotensi menggerus kredibilitas Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif. Dalam situasi konflik yang sensitif ini, Indonesia seharusnya menjaga posisi independen dan menjadi jembatan diplomasi yang netral, bukan terasosiasi dengan kepentingan blok tertentu yang dapat memengaruhi persepsi internasional terhadap sikap Indonesia.
LMND mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah aktif mendorong gencatan senjata segera melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum Gerakan Non-Blok, serta mengupayakan pembukaan kembali Selat Hormuz demi stabilitas ekonomi global. Indonesia harus kembali menegaskan peran strategisnya sebagai kekuatan penyeimbang dan pelopor perdamaian dunia.
“Konflik Iran bukan hanya tragedi kawasan Timur Tengah, tetapi ancaman terhadap stabilitas global dan kedaulatan bangsa-bangsa berkembang. Indonesia harus menjaga prinsip bebas-aktifnya, mengevaluasi keterlibatan dalam BoP, dan tampil memimpin upaya perdamaian sejati,” tegas Claudion Kangigia Sare, Ketua Umum LMND.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
