Kader LMND Palopo Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi May Day dan Hardiknas, Desak Penjelasan Resmi
BERITA
Humas LMND
5/1/20261 min read


PALOPO — Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Palopo mengecam tindakan represif yang diduga dilakukan aparat keamanan terhadap salah satu kader LMND saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) dan menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Palopo.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan nasional, termasuk tuntutan pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akibat berbagai polemik dan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program lembaga tersebut. Namun, di tengah jalannya aksi, terjadi kericuhan antara massa aksi dengan aparat pengamanan yang terdiri dari Satpol PP dan aparat kepolisian.
Dalam insiden tersebut, salah satu kader EK LMND Palopo diduga mengalami pemukulan saat aparat melakukan pembubaran dan pengamanan massa aksi. Hingga saat ini, belum terdapat kejelasan terkait pihak yang secara langsung melakukan tindakan tersebut, apakah berasal dari unsur Satpol PP maupun aparat kepolisian.
Ketua EK LMND Palopo, Egar, menegaskan bahwa tindakan represif terhadap massa aksi merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan tidak boleh dibiarkan.
“May Day dan Hardiknas adalah momentum perjuangan rakyat untuk menyampaikan aspirasi, bukan ruang pembungkaman oleh aparat. Jika benar terjadi pemukulan terhadap kader kami, maka ini adalah bentuk intimidasi yang mencederai demokrasi,” tegasnya.
Egar juga menegaskan bahwa LMND Palopo akan terus mengawal kasus tersebut hingga pihak yang bertanggung jawab diungkap secara terbuka.
“Kekerasan terhadap mahasiswa dan massa aksi tidak boleh dianggap biasa. Kami mendesak adanya penjelasan resmi dan pertanggungjawaban penuh dari pihak terkait,” lanjutnya.
Atas kejadian tersebut, EK LMND Palopo menyatakan sikap mengecam segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi, mendesak Pemerintah Kota Palopo, Kasatpol PP, dan Polres Palopo melakukan investigasi terbuka, serta menuntut transparansi dan proses hukum yang adil terhadap pihak yang terlibat dalam dugaan pemukulan tersebut.
EK LMND Palopo menegaskan bahwa tindakan represif terhadap mahasiswa dan buruh merupakan ancaman serius bagi demokrasi. Menurut LMND, ketika rakyat menyampaikan aspirasi terkait ketidakadilan sosial, negara seharusnya hadir untuk mendengar, bukan melakukan kekerasan terhadap massa aksi.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
