Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Gelar Seminar Hari Kebangkitan Nasional, Soroti Kedaulatan SDA dan Tantangan Transisi Energi
BERITA
Humas LMND
5/22/20262 min read
Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menggelar seminar bertajuk “Mewujudkan Kedaulatan SDA Sebagai Pilar Kebangkitan Ekonomi Indonesia” pada Rabu, 20 Mei 2026 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang untuk membahas arah pengelolaan sumber daya alam Indonesia di tengah dinamika ekonomi dan transisi energi global.
Dalam pembukaan acara, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Claudion Kanigia Sare, menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk membangun kedaulatan ekonomi nasional yang bertumpu pada penguasaan sumber daya alam oleh rakyat dan negara.
“Kebangkitan nasional hari ini tidak cukup hanya dimaknai secara simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui perjuangan merebut kembali kedaulatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Claudion dalam sambutannya.
Ia menilai ketergantungan ekonomi nasional terhadap kepentingan pasar global dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali justru memperlemah posisi rakyat. Karena itu, menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan untuk memperkuat industri nasional, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Respati Bayu Kusuma dari Forest Watch Indonesia yang membawakan materi mengenai analisis kondisi dan tantangan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Dalam paparannya, Respati menyoroti arah kebijakan transisi energi Indonesia yang saat ini mulai progresif berbasis biomassa dan biofuel.
Menurut Respati, arah transisi energi tersebut berpotensi menjadi kontra produktif apabila tidak dibarengi dengan pengawasan ekologis yang ketat. Ia menilai upaya menekan emisi di sektor energi justru dapat memunculkan peningkatan emisi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau Forest and Other Land Use (FOLU).
“Transisi energi Indonesia sekarang secara progresif berbasis biomassa dan biofuel berisiko kontra produktif karena penurunan sektor energi dapat dibarengi dengan emisi sektor FOLU melalui ekspansi sawit, HTI energi, dan wood pellet,” ujar Respati dalam seminar tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dorongan terhadap biomassa sebagai energi alternatif perlu dikaji secara kritis agar tidak melahirkan persoalan lingkungan baru, khususnya terkait deforestasi dan alih fungsi lahan. Menurutnya, agenda kedaulatan sumber daya alam tidak cukup hanya berbicara mengenai pemanfaatan ekonomi, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan ekologis dan perlindungan ruang hidup masyarakat.
Seminar yang digelar LMND tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun kedaulatan sumber daya alam yang berpihak pada kepentingan rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah tantangan pembangunan nasional dan transisi energi global.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
