LMND Audiensi dengan Kementan, Soroti Regenerasi dan Kesejahteraan Petani Muda

BERITA

Humas LMND

9/23/20263 min read

JAKARTA — Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) melakukan audiensi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk membahas sejumlah persoalan strategis sektor pertanian, khususnya terkait kepemudaan, regenerasi petani, kesejahteraan petani, serta penguatan program Brigade Pangan.

Audiensi tersebut diterima oleh R. Sonny Suroyo Jr., S.P., M.Si., Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Kemitraan dan Regenerasi Petani. Dari EN-LMND, audiensi dihadiri oleh Sekretaris Jenderal LMND Taufiq Hidayat, Wakil Ketua Umum Hubungan Antarorganisasi Muhammad Arifin, Venny Yuliani dari Departemen Kebudayaan, serta Murni Permatasari dari Departemen Badan Usaha.

Dalam pertemuan tersebut, LMND menyampaikan pandangan bahwa petani merupakan salah satu tonggak utama dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Bagi LMND, pembangunan pertanian tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan petani serta kemampuan negara memastikan hadirnya generasi baru yang dapat meneruskan sektor pertanian Indonesia.

Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah capaian Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan. Pemerintah mencatat Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025, dengan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan pertanian sekaligus memastikan peningkatan produksi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Kemitraan dan Regenerasi Petani, R. Sonny Suroyo Jr., menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun pertanian modern dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.

“Regenerasi petani harus kita dorong dengan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk masuk dan berkembang di sektor pertanian. Pertanian harus menjadi sektor yang memiliki nilai ekonomi dan masa depan bagi anak muda,” ujar Suroyo.

Dalam audiensi tersebut, LMND dan Kementerian Pertanian juga membahas Brigade Pangan sebagai salah satu program yang mendorong keterlibatan petani muda dalam pengelolaan pertanian secara lebih modern dan terorganisasi. Bagi LMND, program tersebut memiliki potensi untuk menjadi ruang regenerasi petani sekaligus memperkuat produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, dan pengelolaan usaha yang lebih terintegrasi.

Namun, LMND menilai bahwa keberhasilan agenda regenerasi petani tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya jumlah anak muda yang masuk ke sektor pertanian. Yang tidak kalah penting adalah memastikan petani muda memiliki akses terhadap lahan, teknologi, pembiayaan, pasar, pendampingan, serta pendapatan yang layak. Modernisasi pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan posisi dan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pangan.

Sekretaris Jenderal LMND Taufiq Hidayat menegaskan bahwa LMND mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, namun dukungan tersebut juga disertai komitmen untuk terus mengawal pelaksanaannya agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“LMND mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memperkuat pertanian dan mendorong regenerasi petani. Tetapi bagi kami, dukungan itu juga berarti memastikan program tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama petani muda. Jangan sampai kita berbicara tentang kedaulatan pangan, tetapi kesejahteraan petaninya justru tidak menjadi perhatian utama,” ujar Taufiq.

Menurut Taufiq, petani harus ditempatkan bukan hanya sebagai penerima program pembangunan, tetapi sebagai subjek utama dalam pembangunan pertanian nasional. Karena itu, berbagai kebijakan mengenai modernisasi, mekanisasi maupun regenerasi petani perlu memastikan adanya peningkatan kapasitas, akses ekonomi, dan kesejahteraan petani.

“Kedaulatan pangan tidak hanya soal berapa banyak pangan yang bisa kita produksi, tetapi juga tentang siapa yang memproduksinya dan bagaimana kehidupan mereka. Kalau petani sejahtera, regenerasi berjalan, dan anak muda melihat pertanian sebagai masa depan, maka di situlah kedaulatan pangan punya fondasi yang kuat,” lanjut Taufiq.

LMND juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung sekaligus mengawal agenda-agenda pemerintah di sektor pertanian yang berpihak pada kepentingan petani. Bagi LMND, ruang dialog dengan Kementerian Pertanian penting untuk membangun sinergi, sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memastikan kebijakan publik tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Audiensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya LMND membangun ruang dialog dengan berbagai pihak dalam mempersiapkan agenda Dewan Nasional (DN) XII LMND. Isu kepemudaan dan pertanian menjadi salah satu pembahasan strategis karena masa depan kedaulatan pangan Indonesia sangat berkaitan dengan kemampuan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.

Bagi LMND, swasembada pangan harus menjadi awal dari agenda yang lebih besar, yakni membangun sistem pertanian nasional yang produktif, modern, berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Karena itu, LMND akan terus mendukung, mengawal, dan memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pertanian agar agenda pembangunan tersebut tidak berhenti pada capaian produksi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani sebagai tonggak utama kedaulatan pangan Indonesia.