LMND Banten Soroti Banjir Tangerang Raya: Pekerja Jadi Korban Utama

BERITA

Humas LMND

4/29/20261 min read

Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Tangerang Raya menunjukkan bahwa persoalan ini belum pernah ditangani secara serius dan menyeluruh. Di tengah lumpuhnya aktivitas masyarakat akibat genangan, pekerja menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Pjs Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Ripan Ardiana, menilai banjir di Tangerang Raya bukan sekadar bencana musiman, melainkan akibat dari buruknya tata ruang, lemahnya sistem drainase, dan masifnya pembangunan yang tidak terkendali.

“Banyak pekerja terlambat masuk kerja, mengeluarkan biaya tambahan, bahkan kehilangan pendapatan karena aktivitas mereka terganggu. Persoalan ini sering dianggap biasa, padahal dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil,” ujar Ripan dalam keterangannya, Sabtu (24/1).

Menurutnya, banjir yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan memperlihatkan belum adanya langkah mitigasi jangka panjang yang benar-benar efektif. Berkurangnya daerah resapan air dan pembangunan yang mengabaikan keseimbangan lingkungan dinilai menjadi faktor utama penyebab banjir terus berulang.

Ripan menegaskan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan warga secara individu, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi di Tangerang Raya sebagai salah satu kawasan industri dan permukiman padat di Provinsi Banten. Distribusi barang, aktivitas perdagangan, hingga layanan publik kerap terganggu ketika banjir melanda.

Karena itu, LMND Banten mendorong Gubernur Banten Andra Soni untuk tidak hanya merespons banjir secara sementara, tetapi mengambil langkah strategis melalui koordinasi lintas daerah dalam penanganan banjir yang bersifat struktural.

“Penanganan banjir tidak bisa berjalan sendiri-sendiri di tiap daerah. Pemerintah provinsi harus hadir menyatukan langkah agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegasnya.

LMND Banten menilai, tanpa pembenahan serius terhadap tata ruang, sistem drainase, serta pengawasan pembangunan, banjir akan terus menjadi beban tahunan bagi masyarakat, terutama kelompok pekerja yang paling rentan terdampak.