LMND dan Cipayung Plus Gorontalo Gelar Aksi May Day dan Hardiknas, Sidang Rakyat Digelar di DPRD
BERITA
Humas LMND
5/8/20261 min read


Gorontalo — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) bersama organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus se-Provinsi Gorontalo menggelar aksi massa dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Aksi tersebut menjadi bentuk konsolidasi mahasiswa dalam menyuarakan persoalan pendidikan, demokrasi, hak-hak buruh, hingga kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Massa aksi menilai kondisi sosial hari ini menunjukkan semakin besarnya tekanan terhadap masyarakat. Pendidikan dinilai semakin mahal dan tidak merata, sementara hak-hak buruh terus dilemahkan melalui sistem outsourcing dan kerja kontrak. Selain itu, massa juga menyoroti kemunduran demokrasi akibat meningkatnya tindakan represif terhadap aktivis dan gerakan rakyat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional seperti MBG dan KDMP, mendorong swasembada pangan yang berpihak kepada rakyat, mengembalikan TNI ke barak, menghapus sistem outsourcing, menghentikan rezim kontrak kerja, menetapkan upah layak nasional, memperkuat serikat buruh, mengevaluasi program BGN, mendesak penyelesaian kasus TPPO Jerman–Indonesia, hingga menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis rakyat.
Aksi berlangsung melalui long march, mimbar bebas, dan orasi politik dari berbagai organisasi mahasiswa. Massa aksi juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap semakin membuka ruang eksploitasi terhadap rakyat atas nama pembangunan dan investasi.
Dalam momentum aksi tersebut, massa menggeruduk ruang sidang DPRD Provinsi Gorontalo untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Di dalam ruang sidang, massa menggelar sidang rakyat sebagai simbol bahwa suara rakyat harus menjadi pusat dalam setiap kebijakan negara. Sidang rakyat tersebut diisi dengan pembacaan pernyataan sikap dan penegasan komitmen perjuangan mahasiswa terhadap demokrasi, pendidikan ilmiah dan gratis, serta kesejahteraan buruh dan rakyat kecil.
Aksi ini menjadi penegasan bahwa May Day dan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum perjuangan kolektif untuk melawan ketimpangan sosial, penindasan, dan berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
