LMND: Hentikan Agresi AS terhadap Kuba, Lawan Imperialisme dan Bela Pemerintahan Díaz-Canel
STATMENTBERITA
Humas LMND
3/25/20261 min read


Jakarta — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengecam keras meningkatnya tekanan dan ancaman agresi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba, di tengah situasi global yang semakin memanas. Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernández de Cossío, yang menegaskan bahwa militer Kuba tengah bersiap menghadapi kemungkinan agresi militer menunjukkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan Kuba bukan sekadar wacana, melainkan potensi nyata yang harus disikapi serius.
Ketegangan ini tidak muncul tiba-tiba. Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang menangkap Presiden Nicolás Maduro telah mengguncang keseimbangan politik kawasan dan secara langsung berdampak pada Kuba sebagai sekutu strategis. Di saat yang sama, pemerintahan Donald Trump bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio terus melontarkan ancaman terbuka terhadap Havana, memperlihatkan arah kebijakan yang semakin agresif.
“Ini bukan sekadar tekanan diplomatik, ini adalah bentuk agresi yang sistematis. Amerika Serikat secara sadar menciptakan krisis untuk menjatuhkan pemerintahan Kuba yang sah,” tegas Amalia Wanda.
LMND menilai kebijakan sanksi minyak yang diberlakukan sejak Januari 2026 sebagai bentuk perang ekonomi. Kebijakan tersebut mengancam negara-negara yang menyuplai minyak ke Kuba dan telah menyebabkan krisis energi serius, termasuk pemadaman listrik massal di berbagai wilayah. Kuba sendiri menyebut langkah ini sebagai tekanan koersif yang bertujuan melumpuhkan negara dari dalam.
“Blokade minyak ini bukan kebijakan biasa, ini adalah senjata. Rakyat Kuba dipaksa menderita demi ambisi politik Amerika. Ini adalah wajah brutal imperialisme modern,” lanjut Amalia.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintahan Miguel Díaz-Canel tetap menegaskan bahwa kedaulatan Kuba tidak bisa dinegosiasikan dan menolak segala bentuk upaya perubahan rezim dari luar. Sikap ini, bagi LMND, merupakan bentuk keberanian politik dalam menghadapi dominasi global.
“Kami menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Miguel Díaz-Canel. Kuba berhak menentukan jalannya sendiri tanpa intervensi. Setiap upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah adalah bentuk penjajahan gaya baru,” tegas Amalia.
Lebih jauh, LMND menyerukan perlawanan terhadap segala bentuk intervensi dan mengajak solidaritas internasional untuk berdiri bersama Kuba.
“Jika dunia membiarkan ini terjadi, maka tidak ada lagi kedaulatan yang benar-benar aman. Hari ini Kuba, besok bisa negara lain. Lawan imperialisme, bela kedaulatan bangsa,” tutupnya.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
