Momentum Hardiknas, EW-LMND Sultra Serukan Persatuan Gerakan: Tolak Dapur SPPG di Kampus dan Evaluasi Total Program MBG

BERITA

Humas LMND

5/2/20261 min read

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimaknai Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Tenggara bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum konsolidasi perjuangan untuk mengawal arah pendidikan dan kebijakan publik yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Ketua EW-LMND Sultra, Halim, menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi ruang persatuan seluruh elemen gerakan dalam menghadapi berbagai kebijakan negara yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat dan dunia pendidikan itu sendiri.

“Hardiknas harus menjadi titik konsolidasi gerakan. Ketika kebijakan negara menyimpang dari kepentingan rakyat, maka seluruh elemen gerakan wajib bersatu dan melawan,” tegasnya.

EW-LMND Sultra secara khusus menyoroti polemik pembangunan dapur SPPG di lingkungan kampus yang dinilai mencederai independensi ruang akademik. Kampus seharusnya menjadi ruang ilmiah yang bebas, demokratis, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, bukan dijadikan alat legitimasi kebijakan yang masih menyisakan banyak persoalan.

Menurut EW-LMND Sultra, berbagai polemik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari dugaan salah prioritas anggaran, lemahnya pengawasan, hingga persoalan tata kelola, menunjukkan perlunya evaluasi total terhadap program tersebut.

“Jangan jadikan kampus sebagai alat legitimasi kebijakan yang bermasalah. Pendidikan harus tetap ilmiah, demokratis, dan berpihak pada rakyat,” lanjut Bung Halim.

Melalui momentum Hardiknas, EW-LMND Sultra juga menyerukan persatuan seluruh elemen mahasiswa dan rakyat untuk tetap kritis serta aktif mengawal kebijakan publik agar tidak keluar dari kepentingan masyarakat luas.

“Ini saatnya bersatu. Mahasiswa tidak boleh diam. Rakyat tidak boleh diam. Jika pendidikan dan kebijakan publik diselewengkan, maka perlawanan adalah keharusan,” tutup Bung Halim.