Pergantian Kepala BGN Harus Menjadi Momentum Evaluasi dan Pembenahan Kelembagaan

BERITA

Humas LMND

6/2/20261 min read

Jakarta — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menilai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola lembaga tersebut. Sebelumnya, LMND bersama organisasi Cipayung Plus yang terdiri dari IMM, KAMMI, HIMAPERSIS, dan HIKMAHBUDHI menggelar Aksi Nasional dengan tajuk “Evaluasi Total Kinerja Kepala BGN” sebagai bentuk kritik terhadap berbagai persoalan yang dinilai muncul dalam pengelolaan lembaga tersebut.

Bagi LMND, pergantian Kepala BGN tidak boleh dipahami semata sebagai pergantian figur, melainkan harus menjadi langkah awal untuk melakukan pembenahan kelembagaan secara menyeluruh. Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru perlu diiringi dengan evaluasi objektif terhadap berbagai kebijakan, tata kelola, serta pola koordinasi yang berjalan pada periode sebelumnya.

Ketua Umum LMND, Claudion Kanigia Sare, menyampaikan bahwa tuntutan evaluasi yang sebelumnya disuarakan oleh organisasi-organisasi mahasiswa bukanlah sekadar kritik terhadap individu tertentu, melainkan dorongan agar BGN sebagai lembaga negara dapat bekerja lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

“Pergantian Kepala BGN harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kelembagaan yang selama ini berjalan. Setiap kebijakan dan langkah yang telah diambil perlu ditinjau secara objektif agar kelemahan yang ada dapat diperbaiki dan tidak terulang di masa mendatang,” ujar Claudion.

Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menjawab berbagai catatan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi. Ia berharap BGN ke depan mampu menghadirkan tata kelola yang lebih terbuka, pengambilan keputusan yang lebih terukur, serta koordinasi internal yang lebih efektif.

“Kami memberikan harapan kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat kelembagaan BGN, membangun budaya kerja yang lebih efektif, serta memastikan setiap proses pengambilan kebijakan dilakukan secara transparan dan berorientasi pada kepentingan publik. Kepemimpinan baru harus mampu menjawab berbagai catatan dan kritik yang muncul selama ini dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata,” lanjutnya.

LMND menegaskan bahwa evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya penting dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran institusional dan penguatan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, pergantian pimpinan BGN diharapkan menjadi titik awal reformasi kelembagaan yang berkelanjutan sehingga lembaga tersebut mampu menjalankan mandatnya secara lebih profesional, efektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.