Peringati Hari Sumpah Pemuda, LMND dan Forkot Majene Gelar Aksi Kawal Aspirasi Rakyat
BERITA
Humas LMND
10/29/20262 min read


MAJENE – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Majene bersama Forum Kota (Forkot) Majene menggelar aksi demonstrasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene. Aksi yang dipimpin Ketua LMND Majene, Rusdi, selaku Jenderal Lapangan tersebut menjadi momentum konsolidasi sembilan organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk menyuarakan tuntutan terkait persoalan masyarakat di tingkat daerah maupun nasional.
Sembilan organisasi yang tergabung dalam Forkot Majene meliputi LMND Majene, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Unsulbar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Majene, Persatuan Mahasiswa Muslim (PMM), Front Aksi Mahasiswa (FAM), Ikatan Kerukunan Mahasiswa Majene (IKMM), Kesatuan Akselerasi Mahasiswa Republik Indonesia (KAMRI), serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unsulbar.
Melalui konsolidasi dan pembahasan bersama, Forkot Majene menyusun Kertas Posisi yang memuat analisis persoalan, tuntutan strategis, dan sikap politik mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak dasar serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh berhenti pada penerimaan dokumen oleh DPRD Kabupaten Majene. Mereka mendesak agar lembaga legislatif daerah turut mengawal dan meneruskan Kertas Posisi tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta.
Desakan itu kemudian ditindaklanjuti melalui pengiriman dokumen ke tingkat pusat. Untuk memastikan aspirasi tersebut diterima, DPRD Kabupaten Majene juga melakukan komunikasi melalui sambungan telepon tiga arah yang menghubungkan pihak DPRD, perwakilan massa aksi, dan Sekretariat Jenderal DPR RI. Menurut keterangan pihak aksi, komunikasi tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi penerimaan dan pencatatan administrasi dokumen di tingkat pusat.
Ketua LMND Majene sekaligus Jenderal Lapangan, Rusdi, menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Melalui konsolidasi sembilan lembaga kemahasiswaan dan pemuda dalam Forkot Majene, kami menyatukan pandangan dan kekuatan dalam satu Kertas Posisi yang memuat tuntutan-tuntutan mendesak. Tujuan kami sejak awal jelas, yakni memastikan aspirasi ini tidak berhenti di tingkat daerah, tetapi dikawal hingga ke DPR RI secara terbuka dan transparan,” tegas Rusdi.
Ia menambahkan, pengiriman dokumen dan konfirmasi melalui sambungan telepon tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan adanya kejelasan tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan.
Menurut Rusdi, perjuangan Forkot Majene belum berakhir setelah dokumen diteruskan ke tingkat pusat. Seluruh elemen yang tergabung di dalamnya akan terus memantau proses tindak lanjut dan menunggu jawaban resmi dari DPR RI.
“Pengiriman dokumen ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari pengawalan lebih lanjut. Kami bersama seluruh elemen Forkot Majene akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan, menunggu tindak lanjut resmi, dan melakukan konsolidasi lanjutan agar aspirasi masyarakat mendapatkan respons konkret,” tutupnya.
Melalui aksi tersebut, LMND dan Forkot Majene menegaskan pentingnya persatuan mahasiswa dan pemuda dalam mengawal aspirasi publik, sekaligus mendorong agar penyampaian tuntutan kepada lembaga negara diikuti dengan tindak lanjut yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
