PORPROV XII NTB Sarat Polemik, LMND NTB Desak KONI Pusat Evaluasi Total KONI NTB
BERITA
Humas LMND
7/26/20262 min read


Mataram – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026. Desakan tersebut muncul menyusul berbagai polemik yang mewarnai jalannya kompetisi, mulai dari sengketa hasil pertandingan, protes terhadap keputusan wasit dan juri, persoalan administrasi atlet, hingga kericuhan di sejumlah cabang olahraga.
Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadi, menilai rentetan persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai dinamika biasa dalam sebuah kompetisi. Menurutnya, konflik yang terjadi secara berulang justru menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola penyelenggaraan olahraga di NTB.
"Ketika konflik terjadi berulang di berbagai cabang olahraga, maka persoalannya tidak bisa lagi dipersempit sebagai emosi pertandingan atau miskomunikasi semata. Yang harus dipertanyakan adalah bagaimana sistem penyelenggaraannya, bagaimana mekanisme pengawasannya, dan sejauh mana tanggung jawab penyelenggara dalam menjaga integritas kompetisi. Jika persoalan terus berulang tanpa evaluasi yang serius, maka kepercayaan publik terhadap olahraga daerah akan semakin terkikis," tegas Arif.
EW-LMND NTB berpandangan bahwa PORPROV seharusnya menjadi ruang pembinaan prestasi, sportivitas, dan persatuan. Karena itu, banyaknya polemik yang muncul harus menjadi bahan evaluasi objektif untuk memperbaiki tata kelola olahraga daerah sekaligus memulihkan kepercayaan publik.
Atas dasar itu, EW-LMND NTB mendesak KONI Pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan PORPROV XII NTB 2026, termasuk mengevaluasi kinerja KONI NTB sebagai penanggung jawab pelaksanaan. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk memastikan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan sportivitas benar-benar diterapkan, sekaligus menjadi pijakan dalam mempersiapkan pembinaan atlet menuju PON 2028.
Arif menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan menjatuhkan institusi olahraga, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga NTB.
"Kami tidak sedang mencari kambing hitam. Kami sedang menuntut tanggung jawab. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani dievaluasi. Jika evaluasi dianggap sebagai ancaman, maka yang sedang dipertahankan bukanlah profesionalisme, melainkan status quo. Olahraga NTB membutuhkan pembenahan yang nyata, bukan sekadar pembelaan melalui narasi."
EW-LMND NTB mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan polemik PORPROV XII NTB sebagai momentum reformasi tata kelola olahraga di Nusa Tenggara Barat. Menurut mereka, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari selesainya pertandingan, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas kompetisi, menjamin keadilan bagi seluruh atlet, dan membangun kepercayaan publik. Evaluasi menyeluruh dinilai menjadi langkah penting agar PORPROV ke depan lebih berorientasi pada prestasi, bukan polemik.

lmnd.id@gmail.com
Connect
© 2026. All rights reserved. Supported by goldyproject.my.id
