Truk Tambang Kembali Telan Korban Jiwa, LMND, HIKMAHBUDHI, dan IMM Kabupaten Tangerang Desak Pemerintah Bertindak

BERITA

Humas LMND

5/12/20261 min read

Kabupaten Tangerang — Maraknya aktivitas truk tambang di wilayah Kabupaten Tangerang kembali menuai sorotan setelah jatuhnya korban jiwa pada 8 Mei 2026. Menanggapi peristiwa tersebut, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kabupaten Tangerang bersama HIKMAHBUDHI Kabupaten Tangerang dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tangerang mendesak pemerintah daerah serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang untuk bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan terhadap operasional truk tambang yang dinilai membahayakan masyarakat.

Ketiga organisasi mahasiswa tersebut menyampaikan duka mendalam atas kembali jatuhnya korban akibat aktivitas truk tambang yang melintas di jalan-jalan umum Kabupaten Tangerang. Mereka menilai kejadian tersebut bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan bentuk kelalaian pemerintah dalam menjamin keselamatan warga.

Dalam keterangannya, organisasi mahasiswa menilai Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang gagal menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap operasional truk tambang yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Aktivitas truk tambang disebut kerap melanggar aturan, mulai dari berkendara secara ugal-ugalan, melebihi kapasitas muatan, hingga melintas di luar jam operasional yang telah ditetapkan.

“Ketika jalan rakyat berubah menjadi tempat hilangnya nyawa akibat pembiaran pemerintah, maka diam adalah bentuk pengkhianatan terhadap keselamatan masyarakat. Negara harus hadir dan bertanggung jawab,” demikian pernyataan bersama organisasi mahasiswa tersebut.

Mereka menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan bisnis dan aktivitas tambang. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi penindakan tegas terhadap seluruh truk tambang yang melanggar aturan operasional, evaluasi menyeluruh terhadap izin dan jalur operasional truk tambang di Kabupaten Tangerang, memperketat pengawasan di lapangan melalui Dinas Perhubungan dan aparat terkait, menjamin keselamatan masyarakat pengguna jalan, serta membuka secara transparan proses penyelesaian atas insiden yang menyebabkan korban jiwa.

Selain itu, mereka juga memperingatkan pemerintah daerah agar tidak terus melakukan pembiaran terhadap persoalan tersebut. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pemerintah, organisasi mahasiswa tersebut menyatakan siap turun ke jalan menggelar aksi massa sebagai bentuk kontrol sosial dan perlawanan terhadap pemerintah yang dianggap lalai melindungi rakyat.

Aksi protes terhadap aktivitas truk tambang di Kabupaten Tangerang sendiri bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya juga kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, debu, hingga ancaman keselamatan akibat tingginya mobilitas kendaraan tambang di kawasan tersebut.